Archive for February, 2008

PT BURSA BERJANGKA JAKARTA

Saturday, February 23rd, 2008

Ceritany begini, saya tertarik dengan perdagangan mata uang.
Benar2 tertarik. Persoalan saya belum punya cukup modal, itu urusan ke seribu.
Persoalan saya belum bisa membaca grafik, itu baru urusan pertama. Pun
persoalan yang mendalam tentang forex, atau saham, index, dan nama-nama
investasi lainnya.

Kemaren, 23 Februari 2008, saya mengikuti seminar teknikal
analisis yang diadakan oleh PT. BURSA BERJANGKA JAKARTA, mayoritas yang hadir
adalah mereka yang telah bekerja dan berkeluarga. Untuk peserta yang masih cupu
dan baru memasuki tahun kedua kebebasan setelah sma, hanya saya.

Saya bingung juga harus ngapain, ingin sekali saya mencoba
bertanya kepada peserta yang lain, hanya buat melepas kesendirian jiwa, tapi
saya bingung bagaimana saya harus bersikap. Disamping saya, keliharan dari
fisiknya, sudah renta, tapi penuh semangat kalau ngomongin saham, saya dengar
dia tertarik main di Hang SENG. Apa itu hang seng, hari itu saya tidak tau,
sampai sekarangpun tidak. Saya baru tertarik dengan instrument investasi FOREX.
Untuk yang lain, saya bertekad lain waktu saya perlajari, step by step, kata
intrukstur kala itu ketika seorang peserta keturunan china antuasias bertanya.

Hari itu saya hanya senyum, ketawa, dan menyimak apa yang di
bicarakan intrukstur, berbicara dengan peserta? Jangan heran kalau during the
session, saya hanya diam. Namun ketika pulang, baru saya berbicara dengan
panitia, dan seorang peserta yang ternyata alumni UI. Tuh kan bener! Saya
paling muda, walaupun muka udah tua..hehe.

Seminar hari itu banyak membuka cakrawala saya dalam hal
dunia investasi, walaupun bukan mengedapankan apa itu investasi dengan
likuiditas tinggi, saya sedikit banyak tau bahwa investasi itu penting buat
nge-bunting-in duit. Ada ibuk rumah
tangga yang investasi di GOLD, ada yang di dow jones, pun saham2 indonesia.
Saya bisa tangkap dari antusias mereka, baik yang merugi maupun yang untung,
it’s very profitable return. Investasi di bursa berjangka itu tidak untuk semua
orang. Artinya seseorang yang ingin terjun baik ke FOREX, SAHAM, KOMODITI,
sangat tidak dianjurkan yang berpenyakitan jantung. Karena fluktuatif harga
walaupun bisa diprediksi secara Teknikal dan Fundamental, yang tau kemana harga
akan berjalan, hanya harga dan TUHAN. Hitungan menit bisa beli mobil, dan dalam hitungan menit bisa berutang
sebuah mobil. Hanya mereka yang siap mental dan fisik, serta kemampuan
manajemen, baik itu waktu, strategi, resiko, dll, yang bisa tetap survive.

Pembicara kali itu adalah pak Alfred dan Pak Jimmy, mereka
salah satu manager di PT. BURSA BERJANGKA JAKARTA, kalau tidak salah. apa yang
mereka sampaikan sangat mudah dicerna, easy to understand lah, pun sedikit
humor segar buat ngebangunin yang udah mule ngatuk, buat memfokusin buat yang
udah mule pusing.hehe. maksudnya saya.!

Seperti yang saya katakana diatas, seminar ini membuka mata
pikiran saya, bahwa ada yang lebih penting dari penggunaan indicator pada
software metatrade saya, yaitu pola grafik itu sendiri. Saya sudah tau chart
itu ada polanya, saya udah baca di situs2 luar negri, namun saya masih belum
bisa tangkap, atau mempraktekinnya hingga saya memutuskan mengikuti seminar
yang berharga 2jt ini.

Sebandinglah dengan duit yang dikeluarkan. Saya puas,
walapun belum terlalu puas. Saya masih penasaran dengan pola grafik yang
berlatar candlestick itu. Saya tahu pola candle piercing patter, dark cloud,
hammer, spinning top. Sangat powerfull buat menganalisis pergerakan harga
saham, forex, komoditi, nah kemaren itu hanya dijelaskan sedikit bagian saja, tapi
jujur sangat berarti walapun tidak semua pola candle itu masuk di alam bawah
kulit kepala saya.

Seminar kedepannya, jumat, 7 maret 2008, kalu dapat duid
dari orangtua saya, saya ikut lagi. Pun saya masih berharap, kursus dasar
trading yang diadakan oleh j-club seharga 975rb juga bisa saya ikuti.

Dunia saya sekarang bertambah, kuliah bukan nomor satu lagi,
tapi forex, saham, komoditi, masa depan saya. Kuliah tetap jalan, tapi demi
mereka saya rela meninggalkan kuliah. Meninggalkan sementara, bukan selamanya!
Seperti kemaren, kelas saya ada quiz 3, dan saya tinggalkan. Kenapa? Saya bukan
mencari kerja setelah kuliah, tapi membuat kerja. Just do it!

 

Kuliah itu membosankan

Saturday, February 16th, 2008

Ada satu pertanyaan dalam diri saya pribadi, ketika kaki ini
mulai melangkah memasuki ruang kuliah, ketika mata ini memandang papan tulis,
dan ketika telinga ini mendengar ocehan dosen tercinta, yaitu kenapa harus
seperti ini lagi? Kapan ini selesai?

Saya sudah 12 tahun menempuh pendidikan dasar, memegang
izasah SMA tercinta, dan saya BOSAN. Saya hanya melakukan tindakan itu-itu
saja, itu dan terus berulang. Setiap hari diharuskan belajar, membaca text book
yang udah debuan, mengerjakan PR dan membuat makalah. Saya rasa hanya itu-itu
saja yang saya lakukan. Tidak ada perubahan yang berarti, perubahan yang ada
adalah peningkatan kebosanan menjalani rutinitas.

Jika seandainya saya berandai-andai, saya ingin tidak
kuliah, saya ingin sarjana itu tidak terlalu mendewa bagi masyarakat, sehingga
saya terbebas dari beban mental public. Saya ingin bekerja, memulai lebih dini
segala ide yang ada. Namun, siapa yang percaya terhadap anak lulusan SMA saat
ini?

Ini artinya saya harus sabar dalam menjalani rutinitas ini,
tak ada gunanya mengeluh, hanya jalanin saja tapi….MIKIR donk!

Itu prinsip hidup saya ketika pilihan itu hanya satu!
Jalanin aja, tapi MIKIR, jangan kebawa suasana, karena bagi saya pribadi pasti
ada emas didunia ini. Emas itu tidak
hanya satu, tapi banyak. Bagaimana cara mendapatkannya? Dimulai dengan pikiran
aja. Tentunya pikiran yang positif. Teman yang selalu berfikir negative, jangan
terlalu direspon, tapi jangan pula tidak dihormati. Positif itu pangkal kaya.
Itulah prinsip saya. Hidup ini harus dijalanin ibarat air, tapi jangan lupa
berfikir. Artinya ketika ada peluang dan kita berminat, ayo! Putar haluan.

Saya kuliah hanya untuk gelar SE, BBA, MBA, dan Ph.D habis
itu selesai. Kenapa saya mencari gelar? Saya butuh bukti kepada diri saya, saya
butuh tanda bahwa saya bisa. Itu saja. Itu saja motivasi saya. Gelar yang ada
buat bukan untuk mencari kerja, tetapi sebagai fasilisator bisnis saya saja.
Tidak lebih. Akan tetapi, untuk mendapatkan itu tidaklah seperti air yang
mengalir, tapi ibarat main game PRO EVOLUTION SOCCER level VERY HARD. Butuh
strategi, system, dan kerja keras.

Mungkin bagi siapa saja yang membaca tulisan saya ini akan
bingung, diawal saya mengatakan saya tidak suka kuliah, kuliah itu membosankan,
namun di akhir kalimat saya ingin meraih gelar kesarjanaan, master dan
doctoral. Komentar saya, jalanin hidup ini ibarat air, tapi MIKIR donk!

Maksud saya, kita itu harus punya motivasi, keyakinan, bahwa
sebelum melakukan sesuatu kita harus punya landasan, alasan yang kuat, apapun
alasan itu, hargai dan jalani, sukses itu berat, tapi lebih berat lagi kalau
kita berkendara tanpa tau kemana akan berakhir…

Bahwa ketika manusia melakukan sesuatu, dia harus tahu
mengapa dia melakukan itu, harus mengetahui alasan yang melandasinya, tak
peduli itu buruk atau bagus dimata orang  yang terpenting kita tahu apa yang kita
lakukan. Dengan begitu kita akan siap mempertanggungjawakannya.

Pendidikan Pancasila.

Saturday, February 16th, 2008

Hal terberat dalam yang harus saya hadapi salah satunya
adalah mempertahankan IP untuk konsisten di atas 3.25. itu saja. Simple saja sebenarnya visi saya di
dunia “perkulian” ini. IP harus diatas 3,00 dan IPK harus diatas 3.3. namun
kenyataannya, perlu daya keringat dan usaha yang extra!

Tantangan pertama saya adalah mata kuliah di semester pendek
ini. Bah! Saya harus mengulang kembali pelajaran PPKN dulu, atau waktu SD ada
yang namanya PMP. Sekarang nama kerennya PENDIDIKAN PANCASILA. Walaupun ini
berbeda dengan 2 pelajaran di sekolah dasar itu yang lebih menjurus ke Mata
Kuliah KEWARGANEGARAAN, pancasila
tetaplah biang dibelakang semuanya.

Sesuai dengan UU No. 2 Tahun 1989 tentang system pendidikan
pancasila, bahwa semua jalur dan jenjang pendidikan harus menyertakan
Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Sementara SK Menteri Pendidikan Nasional RI
No.232/U/2000 juga memantapkan bahwa ketika pendidikan diatas wajib diberikan
pada setiap kurikulum program studi.

Sebenarnya di Pendidikan Pancasila ini kita mempelajari asal
usul, manfaat, nilai yang terkandung dalam pancasila. Dan kalau saya jujur,
saya bosan! Kenapa? Sudah jelas secara kausa materialis, pancasila itu sudah
meresap dalam setiap tubuh manusia Indonesia sedari awal dia menghirup udara di
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

Menurut saya berdasarkan kesimpulan dari membaca buku2 bab
1, 2, dan 3. Bahwa pancasila itu merupakan rangkupan dari segala filosofi
masyarakat Indonesia. Dengan kata lain sebagai catatan tertulis , mengingat
disinilah yang membedakan kita dengan Negara lain. maka dari itu para pemimpin
Indonesia berinisiatif untuk menyusun suatu dasar Negara. Harapanya apa? Agar bangsa
ini tidak terlalu terombang ambing oleh badai yang menghentak. Patut dihargai.

Tujuan pendidikan Pancasila menurut kesimpulan saya adalah
mengarahkan setiap individu pada tingkah laku yang ke-Pancasila-an. Artinya apa?
Individu yang percaya TUHAN, tolong menolong, ADIL, bersatu, bermusyawarah,
pokoknya segala yang baik dan sesuai hati nurani. Itulah pancasila. Belum saya
temuka inti pendidikan pancasila bertentangan dengan hati terkecil saya.  Segala Ideologi sebenarnya sama. Baik menurut
mereka, belum tentu dengan kita. Makanya Pancasila sebagai ideology dasar
inilah yang membedakan kita dengan barat, komunis dan lain sebagainya.

Yap! Hanya sampai disitu ilmu yang saya tangkap dari
PANCASILA ini, dan yang membuat saya semakin was-was untuk mata kuliah
PENDIDIKAN PANCASILA adalah nilai paling tinggi yang saya dapatkan hanya 65! Sementara
yang lain ada yang 90!

Saya bingung ketika menjawab soal2 pada 2 ujian tulis yang
dilakukan. Pada QUIZ pertama, saya menjawa berdasarkan logika saya, berdasarkan
apa yang saya ketahui. Karena apa yang buku ketahui tidak sepenuhnya menempel,
soalnya bahasa bukunya lumayan berat, dan itu untuk keseluruhan kelas dihargai
75 untuk 7 orang mahasiswa selebihnya dibawah 50! sialnya nama saya bukanlah
yang terpanggil pada pilihan pertama. Sementara pada UTS, saya hanya dapat 65!

“241 mendapatkan nilai 65” kata2 dosen itu membuat saya
semakin sakit. Setelah memaksakan diri dating kekampus setelah seminar forex
hingga pukul 8.30 malam, paginya saya mendengarkan berita yang menyesakkan dada
ini. Benar juga, malamnya saya sakit gak ketolong, dan pagi ini saya
membatalkan diri saya ikut Dialog Kelembagaan untuk mendapatkan EMBLEM jurusan.
MASA BODO’!!

Saya berusaha menerapkan nilai yang terkandung dalam
pancasila, saya mulai berfikir tentang TUHAN, saya mulai menjalankan
perintahnya walaupun belum sempurna. Saya mulai berfikir kesatuan kelompok. Terutama
kelompok anak2 SKI. Bahwa saya gak boleh terlalu egois. Saya mulai berfikir
masa depan, bagaimana seharusnya saya bersikap untuk INDONESIA tercinta. Banyak
mahasiswa hanya berdomo, unjuk gigi untuk menunjukan rasa prihatinnya pada
bangsa ini. Tapi apa hanya itu? Yang berakhir pada kerusuhan dengan aparat? Hingga
akhirnya saya bertemu pada satu konsep sederhana, saya harus menjadi PENGUSAHA,
saya bangun lumbung pekerjaan itu, saya dirikan YAYASAN SOSIAL, dan saya bina
mereka yang kurang mampu itu. Kita harus hidupkan lagi masyarakat bawah yang
ada. Dan itu butuh waktu. Bagi saya, PANCASILA itu pedoman hidup, walaupun
posisinya dibawah dari ALQUR’AN. Tapi secara logika saya, dan setelah saya
fikir secara sederhana saja (kalu berfikir keras, kepala saya pusing!) tidak
ada nilai pancasila yang bertentangan dengan Kitab Tuhan, ALQURAN. So kenapa musti
dperdebatin ketidaksetujuan dari sebagian orang?!

Saya rasa PANCASILA bukanlah ingin menjadi PEDOMAN utama,
yang pertama jelas, kitab yang diturunkan oleh TUHAN kita. Pancasila sebagai
fasilisator bahwa kita itu adalah makhluk ciptaan TUHAN…

Mungkin pengetahuan saya yang dangkal ini masih dihargai 65
pada UTS..,, lagian saya tidak terlalu suka membahas suatu ilmu secara khusus. Kalau
nilai ilmu itu bisa kita terrapin, ya saya pelajari. Tapi kalau terlalu rumit? Buat
apa! Ngabisin waktu. Indonesia butuh pemuda yang bertindak. Baik melalui
pikirannya, jasmaninya. Bukan asal ngomong saja. Memperdepatkan sesuatu yang
menghabiskan waktu. Maksud saya, SEKARANGLAH ENTERPRENEUR INDONESIA BANGKIT,
KITA HARUS BANGKIT, AGAR MASYARAKAT INDONESIA MAMPU KELUAR DARI BERBAGAI MACAM
KRISIS YANG MENERPA. Ini hanya salah satu cara, dan masih banyak cara
mengeluarkan Indonesia dari lubang hitam ini.

 

Buat Indonesia, kita bangun dirimu menuju INDONESIA EMAS
yang kau impikan.

 

 

*V*

Gedung itu bernama SONA TOPAS

Saturday, February 16th, 2008

Saya itu orangnya sangat kaku sekali sehingga susah untuk
berinteraksi dengan orang lain. seingat saya hanya beberapa orang temen saja
yang bisa membuat saya tidak kaku. Bagi saya mereka temen terbaik, tapi gak tau
kalau bagi mereka. Kekakuan ini yang membuat saya dipanggil “Bapak Agung”
dimana pun saya bertatap muka, dengan siapapun. Mau di pasar, mall, ataupun di
bus. Pun ketika kaki ini melangkah mantap menuju SONA TOPAS TOWER lt.15A suite room.
Sedari awal di area parkir hingga ke kantor PT. ASIA KAPITALINDO, semua orang
yang saya temui memanggil saya..BAPAK.

“Bapak tinggal lurus kedepan, mentok belok kiri, terus belok
kiri lagi Pak” petugas parkir mencoba mengarahkan saya kemana hendak diparkir
bini kedua saya ini, HONDA SUPRA 125R. Saya sih sebenarnya udah cukup familiar
dengan panggilan ini, dari pada…”mau kemana dek?” ih, gak zaman lagi. Hanya saja,
panggilan itu membuat saya tersenyum kecil mengingat umur saya baru menginjak
19tahun. Tapi bentar lagi 20 koq, jadi sudah sewajarnya..hehe

Pertama saya minder, wah, kekantor koq pake motor? Pengennya
sih bawa mobil, tapi Jakarta bikin janji pake mobil? gak jamin lah yau. Lagian juga
mobil dari kantong sendiri belum punya. Jadi biar motor tapi tepat waktulah. Saya
mantapin aja pake motor. Kondisi jalan kala itu lumayan lancar, namun dari
bundaran HI hingga kemana gitu, saya lupa, memang agak sangat macet. Belum lagi
polusi, belum lagi bisingnya bunyi2an yang campur aduk itu. Huh! Saya sempat
bergumam,” coba pake mobil..,tenang, adem, dan gak kena polusi”.. tapi tiba2
saya bergumam lagi…”mobil? mau sampai kapan saya nyampek ditempat tujuan? Besok?
Dari kota depok hingga kawasan sudirman itu macetnya dibeberapa titik bukan
main lamanya.., ahh, motor lebih enak” begitulah saya menghadapi kemacetan. Terjadi
interaksi dengan diri sendiri.haha

Sebelum ke SONA TOPAS TOWER, saya itu ada janji sama teman
mau ke BLOK M, beli sepetu katanya. Namun ditengah jalan ke terpisah. Saya lurus,
dianya ternyata ke kanan. Ya sudah, gak ketemu lagi. Saya cancel  aja lewat sms. Untungnya,
sebelum terpisah itu kita sudah lewat depan SONA TOPAS TOWER. Jadi saya punya
gambaranlah mengenai lokasi. Coba kalau tidak, bisa nyasar lagi.

Mutlak banged hari itu saya habiskan dijalan, mulai jam 12
hingga 9malam. Semenjak saya terpisah dengan temen saya, saya nyasar udah
kemana-mana. Saya nyampek di Kebayoran lama, Pondok Indah, Senayan, dll. Sebenarnya
setalah lama saya cancel janji dengan
teman saya, saya itu sebenarnya lihat petunjuk jalan ke BLOK-M, tapi saya agak
takut juga pake motor di Jakarta, soalnya tidak semua jalan itu bisa buat
motor, kalau melanggar duid bisa hilang.haha. apalagi polisi udah bertebaran
dimana-mana. Saya sempat berfikir, “benar juga kata pepatah lama mangatakan,
malu bertanya jalan-jalan”haha.

Oke, saya akhirnya tiba di SONA TOPAS TOWER, ini gedung
lumayan tinggi, mungkin 16-17 lantai keatas. Sebelum masuk ke dalam gedung,
saya harus meninggalkan KTP saya di POS keamanan. Mungkin ini salah satu
prosedur keamanan saja. Saya sih ok2 saja. Maklum lah, kondisi Jakarta belum
kondusif. Sempat ada rasa khawatir ketika saya berada di kawasan sudirman itu,
kawasan kantor2 yang menjulang tinggi keangkasa. “bakal ada bom lagi gak ya?”.
kenapa? Soalnya hari itu, ketika saya kejebak hujan 10 menit sebelum SONA TOPAS
TOWER. Sering sekali para bule2, mau putih atau hitam, lewat depan saya. Ngerti
kan? Jadi sempet takut juga. Lagi-lagi hari itu saya tersenyum kecil. “gw kira cowok
bule itu semuanya tinggi2, eh, tawunya ada juga yang setinggi gw, malah ada
yang lebih rendah, haha”. Begitulah, saking banyaknya bulewan dan bulewati yang
lewat.

Saya akhirnya berada di pintu lift, saya tekan tombol
keatas. Kemudian saya tekan nomor 15, ternyata salah, yang benar 15a. saya kira
gal ada beda, ternyata 15a itu lantai 14. Saya tau ketika saya sampai dilantai
15a, ada angka 14 gede. Sbelumnya ada angka 15gede juga.

18.35 saya sudah sampai dikantor yang terkenal sebagai pencentus
BAPPETI ini, semacam badan pengawas bursa berjangka.  Hari itu ada jadwal training buat FOREX, namun
ternyata hanya introduction saja, tapi gak papa, saya jadi punya wawasan
sedikit mengenai pialang pertama Indonesia yang menerapkan system online
tradingnya di Indonesia, terkenal dengan AsiaFXOnline. Saya diberi tahu soal
legalitas, system, dan semua yang dasar2. Walaupun tidak semuany nempel, saya
punya gambaran umum tentang bagaimana status broker/pialang Indonesia ini. Saya
tidak berniat untuk invest di PT.ASIA
KAPITALINDO ini, soalnya spread mata
uangnya gede, hingga 5 poin. Namun satu hal yang saya tahu, dana kita aman koq!
Inilah yang menjawab pertanyaan ayah saya, seberapa aman dan nasabah. Jadi ketika
mengajukan modal $5000 ke orang tua. Saya bisa menjawabnya, tentunya bukan
berdasarkan pialang Indonesia ini, melainkan pialang luar negri. Jadi SONA
TOPAS membuat saya bisa tahu, apa yang harus saya tahu, sebelum terjun pada live trading FOREX.

Hari itu juga saya buat janji buat mengkuti seminar FOREX
selanjutnya, tentunya yang berbayar, karena ilmunya emang lebih specific, yaitu membahasa mengenai technical analysis. Inilah yang
sebenanya saya kejar di seminar FOREX. Pun dengan seminar/training saham di
J-Club (junior trader club), walapun saya kehabisa tiket, tapi lain waktu akan
saya ikutin, insyaALLAH. Yang lain tentunya tentang seminar CANDLESTICK. Kenapa
saya begitu bernafsu? Karena saya yakin bahwa dunia forex itu besar sekali,
dalam sehari $1 triliun lebih uang berputar. Namun, satu hal yang musti
diketahui. Walaupun uang yang berputas itu besar sekalim, tapi kalau tidak tau
bagaimana mengambilnya. Sama aja boong. Seperti yang temen tercantik saya
bilang. “DUID DARI HONGKONG!” haha. Begitulah dia, sering banged pake kata HONGKONG
disetiap kita udah jarang sms. Ibarat kita dikota besar, kalu tidak tau
petunjuk kita bisa nyasar, lha yang sudah tau petunjuk saja nyanyar (gw kah?),
apalagi yang buta peta sama sekali. Kendaraan bisa dibilang sebagai brokernya,
dan bensin sebagai modalnya, sementara KOTAnya itu sendiri sebagai BURSAnya.

Pukul 20.30 saya sudah sampai ditempat parkir lagi, kurang
dari 5 menit saja saya bakal kena biaya parkir 3000. Haha. Ini atas izin TUHAN
juga.hehe.

Dan, paginya badan saya pegel semua, temperature badan saya
dingin semua. Sementara ada kelas jam 10pagi. Saya paksain ikut karena ini kelas
bakal ada tugas dan pengumuman penting. Dan ternyata benar! Untung saja saya
ikut kelas, walaupun dengan kondisi badan yang sedang tidak fit. Panas. Pun ketika
saya mengetik tulisan ini, gak enak badan. Sementara besok ada DIALOG
KELEMBAGAAN dari JURUSAN MANAJEMEN, tapi saya berniat gak ikut. PERTAMA karena
hati ini masih setengah-setengah, KEDUA kepala saya masih pusing. KETIGA, badan
masih panas dingin. KEEMPAT, “Jakarta koq dingin banget ya? apa gw sakit?”.
KELIMA, saya memang lagi sakit…komplikasi lagi…

Itulah hari2 saya, tertanggal 15-16 February dan besok 17 February.

EMASKAH atau KEBETULAN belaka?

Saturday, February 16th, 2008

Saya mau mereview trading saya seminggu belakang ini, 11-15
februari 2008. Pertama, hari senin saya berhasil membubuhkan 85pips poin tanpa
loss, artinya $300 dalam sehari, Selasa ada 51pips, rabu 35pips, khamis 50pips,
dan jumat hancur lebur pips! Haha. Padalah diawal traiding, melalui satu
indicator baru, saya sempat meraih 50pips dalam waktu 1.5jam saja. Artinya
$250! Tapi satu indicator belum menjamin. Butuh kolaborasi, dan alasan. Memang
sih, hari itu badan saya capek, sepulang dari SONA TOPAS TOWER, saya paksa
ambil posisi, tanpa analisi dulu, ikut signal. Ternyata pasa bergerak melawan
saya. Dan saya… Untung dananya masih
virtual.

Ini menunjukan, saya belum memiliki jalan yang jelas.
Indicator utama yang saya gunakan belum bisa konsisten saya mengerti. Tetapi
saya akan tetap berusaha. Karena saya yakin, ini sebuah peluang yang gak semua
orang mampu mengambilnya, hanya segelintir saja. Dan saya berharap, saya masuk
diantara yang segelintir itu…amin.

FOREX, SAHAM, OPTION, PROPERTy. disana saya akan berada. dan sekarang, saya mulai dari FOREX dulu. tapi koq loyo ya?

gw bisa!