PT BURSA BERJANGKA JAKARTA
Saturday, February 23rd, 2008Ceritany begini, saya tertarik dengan perdagangan mata uang.
Benar2 tertarik. Persoalan saya belum punya cukup modal, itu urusan ke seribu.
Persoalan saya belum bisa membaca grafik, itu baru urusan pertama. Pun
persoalan yang mendalam tentang forex, atau saham, index, dan nama-nama
investasi lainnya.
Kemaren, 23 Februari 2008, saya mengikuti seminar teknikal
analisis yang diadakan oleh PT. BURSA BERJANGKA JAKARTA, mayoritas yang hadir
adalah mereka yang telah bekerja dan berkeluarga. Untuk peserta yang masih cupu
dan baru memasuki tahun kedua kebebasan setelah sma, hanya saya.
Saya bingung juga harus ngapain, ingin sekali saya mencoba
bertanya kepada peserta yang lain, hanya buat melepas kesendirian jiwa, tapi
saya bingung bagaimana saya harus bersikap. Disamping saya, keliharan dari
fisiknya, sudah renta, tapi penuh semangat kalau ngomongin saham, saya dengar
dia tertarik main di Hang SENG. Apa itu hang seng, hari itu saya tidak tau,
sampai sekarangpun tidak. Saya baru tertarik dengan instrument investasi FOREX.
Untuk yang lain, saya bertekad lain waktu saya perlajari, step by step, kata
intrukstur kala itu ketika seorang peserta keturunan china antuasias bertanya.
Hari itu saya hanya senyum, ketawa, dan menyimak apa yang di
bicarakan intrukstur, berbicara dengan peserta? Jangan heran kalau during the
session, saya hanya diam. Namun ketika pulang, baru saya berbicara dengan
panitia, dan seorang peserta yang ternyata alumni UI. Tuh kan bener! Saya
paling muda, walaupun muka udah tua..hehe.
Seminar hari itu banyak membuka cakrawala saya dalam hal
dunia investasi, walaupun bukan mengedapankan apa itu investasi dengan
likuiditas tinggi, saya sedikit banyak tau bahwa investasi itu penting buat
nge-bunting-in duit. Ada ibuk rumah
tangga yang investasi di GOLD, ada yang di dow jones, pun saham2 indonesia.
Saya bisa tangkap dari antusias mereka, baik yang merugi maupun yang untung,
it’s very profitable return. Investasi di bursa berjangka itu tidak untuk semua
orang. Artinya seseorang yang ingin terjun baik ke FOREX, SAHAM, KOMODITI,
sangat tidak dianjurkan yang berpenyakitan jantung. Karena fluktuatif harga
walaupun bisa diprediksi secara Teknikal dan Fundamental, yang tau kemana harga
akan berjalan, hanya harga dan TUHAN. Hitungan menit bisa beli mobil, dan dalam hitungan menit bisa berutang
sebuah mobil. Hanya mereka yang siap mental dan fisik, serta kemampuan
manajemen, baik itu waktu, strategi, resiko, dll, yang bisa tetap survive.
Pembicara kali itu adalah pak Alfred dan Pak Jimmy, mereka
salah satu manager di PT. BURSA BERJANGKA JAKARTA, kalau tidak salah. apa yang
mereka sampaikan sangat mudah dicerna, easy to understand lah, pun sedikit
humor segar buat ngebangunin yang udah mule ngatuk, buat memfokusin buat yang
udah mule pusing.hehe. maksudnya saya.!
Seperti yang saya katakana diatas, seminar ini membuka mata
pikiran saya, bahwa ada yang lebih penting dari penggunaan indicator pada
software metatrade saya, yaitu pola grafik itu sendiri. Saya sudah tau chart
itu ada polanya, saya udah baca di situs2 luar negri, namun saya masih belum
bisa tangkap, atau mempraktekinnya hingga saya memutuskan mengikuti seminar
yang berharga 2jt ini.
Sebandinglah dengan duit yang dikeluarkan. Saya puas,
walapun belum terlalu puas. Saya masih penasaran dengan pola grafik yang
berlatar candlestick itu. Saya tahu pola candle piercing patter, dark cloud,
hammer, spinning top. Sangat powerfull buat menganalisis pergerakan harga
saham, forex, komoditi, nah kemaren itu hanya dijelaskan sedikit bagian saja, tapi
jujur sangat berarti walapun tidak semua pola candle itu masuk di alam bawah
kulit kepala saya.
Seminar kedepannya, jumat, 7 maret 2008, kalu dapat duid
dari orangtua saya, saya ikut lagi. Pun saya masih berharap, kursus dasar
trading yang diadakan oleh j-club seharga 975rb juga bisa saya ikuti.
Dunia saya sekarang bertambah, kuliah bukan nomor satu lagi,
tapi forex, saham, komoditi, masa depan saya. Kuliah tetap jalan, tapi demi
mereka saya rela meninggalkan kuliah. Meninggalkan sementara, bukan selamanya!
Seperti kemaren, kelas saya ada quiz 3, dan saya tinggalkan. Kenapa? Saya bukan
mencari kerja setelah kuliah, tapi membuat kerja. Just do it!