maaf aku terlalu
Wednesday, March 26th, 2008apa sih yang harus aku katakan lagi, kalau semuanya itu ada saatnya, dan ada waktunya, bukan tuntutan pikiran ini itu, desakan si ini dan si itu. semuanya telah kurasa, semuany telah kurencana, namun semakin teguh hati ini dibawa, semakin batu itu terlempar ke aku. semakin kerikil tajam itu berusaha menganggu jalanku.
walaupun terkadang, waktu tak bisa kudustai, bahwa selama hati ini kubawa teguh, ada rasa salah tersesat dalam tindakanku, kubiarkan, dan berlalu. hanya saja, itu bukan kesengajaanku, tapi itu akibat dari aku yang sok bermain keteguhan.
aku pun tak dapat menolak hal itu, fitrah itu, tuntutan itu, karena aku juga menginginkan itu. hanya saja, bukan itu yang menjadi permasalah, namun waktu saja. bahwa bukan pada saat dan waktu yang tepat.
lagi-lagi aku tidak muna, aku hanya manusia biasa yang lahir dari cinta orang tua, bahwa aku ragu, sangat ragu akan hal itu. keteguhan hati ini proses untuk sebuah akhir yang Dia seorang tahu.
kembali aku teringat satu puisi bijak, tentang jejak langkah, aku intisarikan seperti ini: bahwa setiap langkahku, hanya mengharap ridho-Mu ya ALLAH…….
aku manusia yang terbagi dalam cinta, harus kuakui pembagian kapasitas cinta ku terkadang membuat ku hanyut terbuai terbang hingga langit itu menembus langit yang ketujuh. dan satu hal yang perlu Kau tahu, aku tidak ingin begitu…. aku tidak pernah berniat menjauhi-Mu. karena-Mu lah, aku ada, aku berada, dan aku mengada. semua itu hanya rasa yang tertinggal pada hamba-Mu. yang mempunyai nilai lebih dimataku, tapi, tak pernah ingin aku ya ALLAH, menjauhi-Mu…astagfirullah.
doaku terlantur dalam lagu sendu menghibur jiwa yang sepi, terkadang kuhanyutkan diriku pada ayat-ayat-Mu yang indah itu, aku hanya ingin Kau tahu, dan kuyakin Kau telah tahu, apapun yang terjadi dalam rasa ku, bahwa Kaulah tujuanku, dan aku memang manusia-Mu yang terkadang membelakangi-Mu…astagfirullah…satu hal, tak pernah ada niatan didiriku, jauh dan lepas dari-Mu. karena ku tahu, Kaulah yang selalu mendengar curhatanku…….
dan semangat dia itulah, ya ALLAH, rencanaku…
Terima Kasihku, terdalam dari hatiku, untuk-Mu.