Archive for April, 2008

Ibu Sudarti

Tuesday, April 29th, 2008

Hari penuh pertimbangan. bagaimana tidak? saya diberi satu kondisi yang peluang terjadinya itu kecil. begini, hari ini saya mengajukan permohonan kepada koordinator akademik agar saya diikutsertakan pada ujian susulan. segala perlengkapan yang perlukan, telah saya sertakan. kecuali surat keterangan sakit, karena saya hanya punya surat istirahat dari dokter. sebenarnya tadi malam sudah saya datangin klinik tempat saya berobat, namun dokter yang memerikasa saya tidak ada ditempat, jadilah saya tidak bisa mendapatkan tanda tangannya. sebenarnya kalau mau curang itu bisa, tinggal nego aja sama karyawannya, trus minta tanda tangan palsu, selesai. cuman, apa tindakan itu benar? sama aja kita membohongi fakultas. bagaimanapun, saya punya prinsip, mulai dengan bismillah, akhiri dg alhamdullillah dan istigfar. walaupun emang terkadang suka berbuat nakal. cuman tidak dalam hal ini, karena niat saya emang mau ujian, ujian karena menjalankan perintah TUhan, gw paling inged dosen saya politik saya ngomong, IQRA’, bacalah….artinya belajar itu perintah Tuhan, dan berpahala. jadi untuk tujuan mulia, kenapa disisipi dengan tindakan tercela dan menjatuhkan harga diri. itu hanya kasus kecil saja.

oke, hari ini saya menghadap Ibu Sudarti, sebenarnya surat permohonan ini ingin saya berikan langsung pada Ibu anita, koordinator akademik kampus f, namun baru saja saya sampai di depan kantornya, saya liat pengumuman di dinding kacanya waktu itu, bahwa bagi yang mengurus UTS susulan, harap menemui Ibu Sudarti Lantai 2 F. wah, makin deg-deg an ini. maklum saya belum terbiasa menghadapi orang yang mempunyai jabatan. saya sering beranggapan, orang yang punya jabatan itu, suka sokan, menganggap kita anak kecil saja. cuman, tidak semua sih. untuk Ibu anita, saya tahu dia baik, dan pengertian. untuk kasus saya, sebenarnya diizinkan, cuman ketika kita ada dalam satu institusi, kita harus patuh pada hukum didalamnya, termasuk tidak diperkenankanya mahasiswa ujian susulan kecuali bagi yang dirawat inap. untuk hal lain, itu berdasarkan kebijaksanaan. jadi, kasus saya ini, demam tinggi dan surat istirahat, masih dalam mengharapkan keajaiban…kecil sekali peluang di setujui.

pertama kali tiba diruang yang dituju, saya ketok pintu, setelah berbasa basi pake ucapan selamat siang! saya langsung mencari tahu siapakah yang bernama ibu sudarti. wah, saya beruntung! ibunya itu keibuan, tidak berlanggak sok arif, dia menjalankan tugasnya dengan tenang.cuman terlihat agak letih saja diwajahnya.
ibu itu agak pesimis juga mengenai permohonan ujian susulan saya, cuman omongannya yang tidak menggurui itu membuat saya makin menerima kenyataan. yah,,kalu emang tidak bisa. tidak apa apa. saya siap dengan resiko. toh hidup adalah pilihan.

Ibu sudarti menerima surat permohonan yang telah berhasil saya konsep sendiri pun dengan kata-kata sumbangan dari orang tua..haha. sebelumnya saya kesel kalau orang tua nyuruh ngetik surat permohonan, atau surat-surat yang lain. tapi kalu ini saya ngerti, kalu kemampuan membuat surat formal itu, penting! alhamdullillah saya diberi cobaan seperti sekarang ini, saya bisa paham struktur surat pemberitahuan itu, dan bagaimana seharusnya kata-katanya dirangkai hingga menjadi kereta api yang akan selalu berjalan searah….(halah2x)

Semoga saja, surat saya diterima, pun kalu seandainya tidak. saya terima. pasrah saja pada yang kuasa. toh, saya sudah berusaha dengan sekuat saya. mulai dari mengurus surat dokter yang ternyata dokternya tak ada, menemui bagian perkuliahan, ibu widji, kemudian saya di suruh menemui ibu Anita, dan terakhir saya disuruh menemui ibu Sudarti. semua kenikmatan ini, atas kehendak TUhan, jadi saya semakin terbiasa menghadapi orang lain. Bukannya saya ingin mendirikan perusahaan investadi, toh harus berhubungan dengan banyak orang. saya baru mengerti, kenapa terkadang di tingkat pendidikan sarjana, biokrasinya sedikit dipersulid, tak lain tak bukan, melatih kita untuk terbiasa berhadapan dengan orang-orang yang berdasi. (ngerti kan maksudnya)

apapun hasilnya, sekali lagi, mulai dengan BASMALLAH, akhiri dengan HAMDALLAH dan ISTIGFAR. semua ini miliknya, dan akan kembali padanya. kita hanya sementara. dan kita hanya bisa berusaha, berdoa, dan berserah diri padaNYa.

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

(tulisan
ini adalah catatan harian gw yang akan selalu mencatat hal-hal yang dirasa luar
biasa, tentunya sebagai penambah semangat gw dalam meraih impian gw, pemacu
semangat ketika kurang termotivasi, ketika ragu pada visi dan misi, dan ketika
rindu pada wanita yang dicintai, serta disaat saya merasa sepi)

Saya siap terima konsekuensinya.

Monday, April 28th, 2008

&lt;!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:&quot;Cambria Math&quot;;
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:&quot;&quot;;
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–&gt;

Saya Kembali menulisi blog ineyy, haha, setelah saya
dirudung cedera (kayak pemain bola aja y?) selama seminggu ini, senin pagi Alhamdulillah
kaki ini mantap membawa saya kembali kekampus menghadapi ujian SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN, oke, review sedikit, saya bisa sekitar 70%, itu menghabiskan sekitar
3halaman dobel folio. Cuman saya heran, kenapa ada mahasiswa laen yang minta
dobel folio tambahan ya? sementara saya
cuman kena 3halaman pas! Ah, lupakan, saya tidak ingin mengingat lebih lama
lagi, tar ketinggalan kereta makan siang lagi…hihi

Cukup sedikit deg-degan juga ketika saya harus menemui Wakil
Koordinator Kampus F, ibu ANITA dikantornya jam 10 pagi ini. Saya masih mencoba
itu permohonan pengajuan kembali ujian susulan terhadap ujian tengah semester
mata kuliah Operations Research saya, dikarenakan saya sakit. Oke, kata dia,
surat istrirahat tidak bisa diterima, dan hanya orang yang di opname, atau
orang yang menderita penyakit Demam Berdarah, typus, cacar, yang mendapat
pengecualian. Namun dalam hal kasus saya, dimana dalam kondisi badan yang panas
tinggi dan pusing di bagian kepala, tentunya dan harusnya bisa, karena tidak
mungkin saya meninggalkan ujian sekaliber UTS hanya untuk sesuatu yang
berleha-leha… ibu Anita juga memaklumi saya, karena dia juga mempunyai anak. Namun
tentunya saya berada dalam satu institusi, dimana saya wajib tunduk pada
ketentuan yang berlaku beserta pengeculiannya. Ibu itu member saya jalan, besok
saya diminta untuk mengajukan surat permohonan orang tua, yang di ajukan ke dia
beserta lampiran KPU (Kartu Peserta Ujian) serta surat keterangan sakit. Menurutnya,
sangat kecil surat permohonan yang nantinya akan dia tujukan keatas ini
mendapat persetujuan, namun tidak ada salahnya di coba.

Artinya, saya juga harus kembali lagi ke klinik tempat saya
berobat, untuk minta surat keterengan sakit, bukan surat istrirahat..wah, saya
masih bingung untuk menghadapi banyak karakter. saya tahu apa yang harus saya katakana
nanti, cuman sikap saya terkadang membatasi saya..mungkin karena saya jarang
berinteraksi dolo dengan banyak orang ya yang berbeda umur yaa…..betapa
meruginya saya.

Alhamdulillah, ini jalan dari NYA, apapun hasilnya, saya
akan coba, kalau disetujui, saya akan serius dan akan saya buktikan bahwa soal
OR yang penuh hitungan itu, akan bisa saya selesaikan dalam waktu 1,5
jam.insyaALLAH. karena menurut teman saya, yang diujikan hanya table simplex,
metode grafik, dan gabungan dari kedua itu saja…wahh..,,,

Namun, tentunya kalu seandainya tidak bisa, artinya di
Transkrip nilai saya, akan di tertulis IN (incomplete), kalau begini, saya
tidak akan ikut perkuliahan lagi, dan tidak akan memikirkan mata kuliah ini
sementara, dan semester depan saya akan ambil lagi. Buat apa coba? Kalu kita
dapet bagus di UAS nantinya, toh cuman dapet IN, artinya 0 (nol) dan sks mata
kuliah ini diperhitungkan.kan tentunya berpengaruh sekali pada ketahanan IP
saya, apalagi saya harus mempertahankan IP saya diatas 3,0 semester ini untuk
masuk kelas unggulan trisakti. Mending saya focus pada 8 mata kuliah lainnya…..

Saya hanya bisa bersyukur pada Tuhan, dikala saya sendiri
tadi menunggu ibu anita datang, ada temen yang mau nungguin saya, wah, dia
kasih tips menghadapi petinggi-petinggi. Sebelumnya saya ketemu dengan ibu
widji (yang menyuruh saya ketemu sama ibu Anita), saya ditemenin saya temen
saya lain. kalau sendirian, tentunya deg-degan nya makin kenceng donk ya…

Apapun hasilnya, saya mulai dengan BASMALLAH, akhiri dengan
HAMDALLAH, dan ISTIGFAR. Hanya kepada ALLAH kita berserah, semua milikNYA, dan
segala yang menjadi milikNYa akan kembali padaNYA, kita hanya bisa berusaha. Artinya,
seperti yang sudah di tekankan oleh ibu Anita, saya harus bisa terima
konsekuensinya sebagai permohonan untuk pertimbangan lainnya…. Maksudnya, gw
harus ikhlas.

Wadoow, saya belum tau format menulis surat permohonan orang
tua lagi, trus…gmn ya?? mm, gampang, konsultasi ma orang tua aja, atau internet
kan gudangnya ilmu. Ada banyak cara untuk meraih impian. Ingat itu!

 

Terima kasih,TUHAN.

 

(tulisan ini adalah catatan harian gw yang akan selalu mencatat
hal-hal yang dirasa luar biasa, tentunya sebagai penambah semangat gw dalam
meraih impian gw, pemacu semangat ketika kurang termotivasi, ketika ragu pada
visi dan misi, dan ketika rindu pada wanita yang dicintai, serta disaat saya
merasa sepi)

2011, saya akan ke LONDON.

Thursday, April 24th, 2008

saya mau menulis lagi. topiknya masih sama, mengenai rencana masa depan saya. sebelumnya intro dulu, kalau hari ini saya mampu mengerjakan soal UTS pengantar Manajemen hampir 90%, alhamdulillah, semoga saja benar semua. setelah mata kuliah pengantar akuntansi 2 dan statistik 2 yang berantakan, kenapa? saya udah bosen, dan juga males belajar kayak begituan. untuk mata kuliah Ekonomi Skala Kecil dan Pengantar Manajemen, saya suka. Kenapa? mungkin karena saya memang suka dengan hal yang berbau konseptual, suka membicara hal yang berbau future, sehingga data-data yang diberikan di eknomi skala kecil dan pengantar manajemen, pun mata kuliah kayak ekonomi politik, aspek hukum, pokoknya yang bersifat membangunlah, memberi informasi, bukan yang mengolah data pake ribuan rumus itu, saya pasti akan suka. kenapa? saya hanya ingin data yang sudah ada, bukan membuat data (hitung-hitungan gak jelas, mpe ribet banged), karena menghabiskan waktu saja. waktu bagi saya sangat berharga sekali, jadi kalau ada orang yang bisa ngolah data, mending saya bayar saja.

oke, besok ada UTS aspek hukum. hmm, mata kuliah ini membantu saya juga, terutama menyangkut rencana saya nanti untuk membuat perusahaan investasi. bahkan namanya sudah saya siapkan, yaitu MIZDEAN INTERNATIONAL CORPORATION. sekarang saya lagi mengisi diri saya dengan ilmu-ilmu yang relevan dan juga ilmu keagamaan.

masuk ke topik utama, salah satu rencana saya untuk 3 tahun kedepan, tepatnya setelah saya menyelesaikan s1 saya, kalu bisa saya mendapat kesempatan s1 dobel degree juga ke amerika, amin, saya ingin meneruskan kuliah ke s2 untuk ambil jurusan bisnis (MBA) di london, nama kampusnya itu LONDON BUSINESS SCHOOL, lokasinya itu di Regent’s park. kenapa saya ingin masuk ke kampus ini? pertama, reputasi mereka sebagai sekolah bisnis paling top nomor 2 di dunia. kemudian, rata-rata gaji tamatan dari kampus ini adalah diatas $130,000 pertahunnya, artinya lebih dari 1,25 milyar pertahun untuk gaji murni. belum yang lainnya. kebanyakan dari alumni, menurut situs kampus ini, diterima di perusahaan fortune 500, perusahaan kaliber dunia, yang probabilita bangkrutnya kecil lah.

Alasan lainnya, gw suka london, gw suka bola, haha. kan enak itu, bisa nonton bola tiap minggu. pa lagi kalu yang maen manchester united pas ngelawan chelsea, wuh! mu pasti menang, chelsea mah kelaut ajee! (loh, jadi ngomongin bola)

kemudian, karena saya ingin punya banyak temen yang heterogen dari berbagai negara, kalau bisa menemukan partner satu visi dan misi, kan ceritanya saya ingin mendirikan perusahaan juga. cuman kepastiannya belum tau. karena masih banyak aspek yang belum diketemukan, dan belum di putuskan. (gw masih smster 2 ding), hanya saja, saya sudah mulai memikirkan. perusahaan yang nantinya akan bersaing ditingkat global, dan melakukan investasi di belahan dunia yang produktif, itulah dunia tanpa batas menurut L.DRAFT. haha. (jadi ngereview UTS tadi)

artinya, KOMPETENSI diri saya, harus saya bangun mule detik ini. saya harus mempersiapkan mule detik ini, karena tujuan saya enggak main-main, bukan seperti mencari pacar, tapi mencari istri. maksudnya tujuan ini bukan jangka pendek, tapi jangka panjang. seperti P’harto dengan program lima tahunnya, saya juga punya program semesterannya.

London kota yang saya sukai, walaaupun belum selangkahpun kaki ini menginjak tanahnya. tapi saya mulai menyukainya. semoga nanti saya benar suka london.

rencananya sih, untuk 2 tahun waktu study saya, kalu bisa 1,5 tahun, saya akan totally, sekaligus mencari peluang bisnis yang bagus. kemudian mungkin melamar kerja dulu untuk pengalaman selama 3-5 tahun di luar negri tentunya. di selingi dengan mengikuti program S3 nya, kelihatan bakal lebih padat jadwal, namun lebih tertantang…(saya ngelihat pake duid..:D)

namun satu hal, saya tidak akan kuat menjalani hidup ini sendiri tanpa…….seorang istri yang solehan nantinya. baru satu orang yang memenuhi standar saya, dia yang tahun depan tamad kuliah. sementara saya, mungkin baru semester 5….hiks. semoga dia gak keburu diterkam harimau yang lain..hihi. mau pedekate lagi, masih malu, kan belum punya kompetensi yang bisa dibanggakan… akan tetapi, jika tamad kuliah saya sudah punya calon istri (semoga aja memang dia, amin), kemungkinan istri akan saya ajak menjelajahi eropah, keliling amerika, dan beli eskrim di brazil, punya anak 3, yang pertama lahir di london, yang kedua lahir di paris ketika kunjungan bisnis, yang ketika lagi brazil, ketika baru aja beli eskrim….hihi.

untuk mencapai semua itu, konsep opportunities cost yang disampaikan dosen mata kuliah pengantar ekonomi makro saya lebih mengena. bahwa saya memilih untuk sibuk membangun karir di usia produktif, hingga mencapai taraf waktu dan usia tertentu, baru de, mencoba pedekate lage…hehe.

oke, itulah sedikit rencana masa depan saya. semoga tulisan ini senantiaasa menyemangati saya, dikala saya kangen sama wanita itu, dikala saya tidak termotivasi, dikala saya ragu dengan misi dan visi saya, karena saya adalah AGUNG.

(aa”! saya belum solad asar,, astagfirullah. saya mau solad, dan mencuci motor yang sudah 2 minggu tidak dicuci, padahal sudah dimandi hujan lebih dari 5 kali dalam 2 minggu ini, kotornya emang gak ketolong, dan rantainya yang udah menguning..alamak!!)

kelas unggulan trisakti

Tuesday, April 22nd, 2008

ini hari kedua uts di kampus f trisakti, tapi baru aja saia membaca bismillah, langsung saja hujan mendung menghiasi awan. ada apa ini? belum hujan sie. kemudian saya putuskan berangkat ke kampus dengan sisa waktu 45 menit sebelum ujian. rumah saia di jakarta timur-cijantung. waktu normal sih 1 jam hari biasa. tapi berhubungan ujiannya agak siang, jadinya saia agak siangan dikit berangkat. soalnya merujuk pada pengalaman yang sudah-sudah, gak begitu macet lah untuk jam diatas jam 9.30 menuju kampus cempaka putih.

baru sekitar 5 menit saia berada dijalan, hujan rintik-rintik mule turun, saia pikir ini hujan bakalan sebentar saja. tapi makin lama makin deras. ya sudah, saya berhenti didepan mushola. saya pakai jas hujan saia, kemudian hujan mule reda… loh? saya juga heran.

memasuki daerah pasar rebo, hujan benar2 gak ada. malu juga, selain karena ditengah arus lalu lintas yang lumayan rame, saia memakai mantel. mecolok sekali rasanya. belum lagi panasnya didalam, sementara kaki saia dingin.

sampai di daerah cililitan, saia beli bensin dan melepas mantel saia. kemudian melanjutkan perjalanan lagi.

akhirnya saia sampai dikapus telad 5 menit waktu ujian. saya masuk dan langsung menjawab seluruh soal yang disediakan. tidak butuh waktu lama untuk soal teori, karena malamnya saia sudah belajar dengan setengah-setengah. namun, pada soal analisis, saya butuh waktu sekitar 10 menit untuk paham masalah apa yang dihadapi. pokoknya bismillah, dan alhamdulillah.

selama ujian, tepatnya 10 menit saia baru duduk, nama saia dipanggi, ternyata ada surat undangan buat saia. wow! apakah itu? saya bertanya dalam hati. ternyta surat pemberitahuan kalau saya memenuhi syarat untuk masuk kelas unggulan fakultas ekonomi trisakti. ding! aku bahagia..! (dilaguin versi indra bekti ya!)

selesai ujian, aku buka. ternyata isinya mengundang orang tua atau wali untuk acara gathering de, untuk mengtahui detil program unggulan ini. kata temen sih, bakal ada biaya tambahan lagi.haha. indonesia emang gitu.

kelas unggulan ini spengtahuan saia memakai bahasa inggri untuk sebagian mata kuliahnya, dan IP minimal haru diatas 3,0. saia semakin tertantang saja. saia sih minat banged. cuman problem utama saia adalah terletak pada kemampuan bahasa inggris saia. nilai toefl saya cuman 447. rendah sekali. apalagi bahasa inggris saya suda jarang saya gunakan. aduww gimana ya?

saya sih sebenarnya mengincar program dobel degree, kalu bisa ke amerika selama 2 tahun, karena cita-cita saia emang ingin meneruskan ke s2 di london, tepatnya London Business School, nah, untuk melatih english saia, saia ingin masuk kelas unggulan dulu.

saia bingung, kalau saia ikut kelas ini, berarti saia harus meninggalkan kampus f, dan hijrah ke kampus A, yang merupakan kampus utama dari universitas trisakti. artinya, saya harus beradaftasi lagi? saya sih gak papa, asalkan ortu ngasih izin buat ngekos, oke! saia hadapi, pengen juga sie, saya minta izin juga sama **** ****** tapi dia kan belum menjadi apa-apany saia. hiks. (imissu)

okelah, setelah menyelesaikan tulisan ini, saia akan memberitahu orang tua dulu, bagaimana merekanya. soalnya yang membiayai saya kan mereka…..

akhirnya saia pulang dari kampus f, setelah makan di kaldu (kantin lantai dua), saya pulang dengan hepi, dan kembali hujan mengguyur saia dengan dasyatnya.

oiy, saking dasyatnya, jarang pandang dari helm saia cuman semeter, dan saya lengah. tiba-tiba,, brakk!!! motor saya rusak bagian depan dibawah lampu motor. kaki saya pegel banged. tapi alhamdullillah saia masih bisa nulis blog ini.

mungkin saia punya salah hari ini. maafkan saya.

antara mimpi, dia, dan DIA.

Sunday, April 20th, 2008

jujur, saia pengen banget kamu sama ****, sudah hampir satu tahun saia gak ngelihat dia. mungkin saja dia tambah gendut! haha, terakhir kali ketemu kalu gak salah sekitar bulan maret tahun lalu. gak ingad juga saia. pokoknya dia lebih gendut daripada waktu dia di sma. haha. lebih berisilah badannya. lebih cantik, lebih menggemaskan, lebih imut. (hanya di sini saia memujinya, karena saia pemalu) haha. mendinglah, daripada sma, kurus banged, kayak anak smp yang lagi ada acara MOS di hari senin pagi..haha. yang jelas, sudah lama sekali lah. saia juga tidak begitu intens lagi menghubunginya. saia sibuk,dan dia kelihatannya juga sibuk dengan kegiatannya yang terkadang mengharuskannya masuk malam, sesekali ada sih saya menghubunginya, sekedar berkorban 1-2 sms, ya, sekedar melepas kerinduanlah….hihi. lagian balasan smsnya itu lho, singkat, padat, dan terpercaya, bikin saia juga terkadang malas buat ngerespon, soalnya saia juga sangat capek, bagaimana enggak, saia kalu menghubungi dia itu seringkali setelah isya, lebih plong ajakan manatahu smsnya bisa sampe malam, tapi emang jarang sieh mpe malam, karena saia juga capek banged dan dia juga kadang gak niat balas kale’,, paling-paling 1-2sms doang. pi gak papa, 1 sms itu bisa membangkitkan 5jam semangat saya esok harinya lho!

Harusnya sih saia pedekate lagi, tapi enggak ada waktu boz. saia musti konsen ke perwujudan mimpi-mimpi saia yang baru memasuki tahap awal ini. saia harus menyelesaikan studi saia dalam waktu 3,5 tahun di jurusan manajemen ini, dan dalam rentang waktu 3,5 tahun itu saia harus bisa membangun 2 spbu baru dan membeli 200Ha lahan sawit siap panen, tapi saia harus bisa memenuhi target keuntungan dalam pekerjaan saia di bursa berjangka dulu. saia harus mempertahankan IP diatas 3,3 untuk bisa lolos seleksi dobel degree ke australia selama 1,5 bulan. kemudian, saia harus merancang dari awal seperti apa konsep perusahaan yang saya namakan MIZDEAN INTERNATIONAL CORPORATION. semuanya sudah saya matrixkan dalam bentuk tabel.

untuk mewujudkan mimpi saia itu, saia harus rajin membelah text book kuliah, membaca majalah bisnis, mempelajari teknikal analisis dalam menganalisis pergerak harga mata uang di pasar uang. ikut kursus bahasa inggris lagi, membaca banyak buku yang relevan. bergaul dengan orang yang berpikir positif. ikut organisasi, saia juga harus fitness 4kali seminggu, dan banyak lagi hal yang harus saia lakukan secara konsisten. jadi, mungkin dia jauh karena saia yang terlebih dulu menjauh, tapi saya menjauh bukan untuk benar-benar menjauh, hanya mengambil tolakan saja. seperti halnya pelari lompat jauh, yang harus mundur kebelangakan dulu, mengambil ancang-ancang dan berlari kencang. hingga target itu tercapai. itulah cara saia mencintainya…….(ciee!) itu mengapa dia merupakan penyemangat saia. terlepas dia terima apa tidak. kepada TUhan lah saya pasrah.

setelah menjadi sarjana SE, saya akan melanjutkan lagi kuliah s2 saia. kali ini bukan indonesia tujuannya, saia sudah mempersiapkan dari sekarang, bahwa negara kali ini yang saia tuju adalah LONDON. dimana universitas tujuan saia adalah LONDON BUSINESS SCHOOL. saia ingin gelar MBA. dari sana saia mempunyai misi untuk merangkul banyak teman berbagai negara dalam rangka perluasan perusahaan saia yang diatas. karena nantinya perusahaan itu akan bergerak dibidang investasi. maka saia harus menemukan orang-orang yang berkompeten dari suatu negara. saia percaya tempat kuliah yang mahasiswanya heterogen adalah awal bagus untuk memulainya berekspansi.

saia juga ingin kuliah hingga s3, saia ingin jadi DOSEN. kenapa, saia ingin menyebarkan paham saya, dream education, tentunya terlebih dahulu harus saia buktikan. ya donK!!saia percaya manusia itu hidup berdasarkan mimpi nya, keyakinannya, kalu anda berfikir negatif, anda akan mendapatkan negatif, kalu anda memikirkan positif, maka "Allah itu mengikuti prasangka hambany". semua ini jelas, kecuali saia gak tau perasaan dia bagaimana. hehe.

menempuh kuliah untuk mendapatkan gelar profesi di bidang manajemen juga masuk dalam daftar tujuan saia dalam 10 tahun kedepan. CFA, itu gelar yang ingin saia capai. tentunya untuk semakin menguatkan status perusahaan saia dibidang investasi riil dan non riil.

tapi dari sekian banyak rencana saia, satu rencana yang saia sangat persiapkan adalah rencana melamar seorang wanita. melamar seorang wanita benar-benar perkara yang tidak mudah. terlebih untuk wanita yang saya bicarakan diatas, situasinya bukan seperti masa sma lagi. perlu persiapan matang untuk memantapkan diri ini. lagian dia yang bernama **** ****** itu tidak tahu mengenai rencana saia ini, bisa jadi dia tidak mau tau, dan saia tidak mahu menjadikan ini sebagai bahan pemikirannya, karena masih lama juga… (bung, saia ini baru mahasiswa semester 2!). saia siap berkompetisi memperebutkan dia. tapi bukan dengan ajang pacar-pacaran. saia ingin membangun hubungan yang serius. seperti saia serius membangun cita-cita saia melalui perwujudan mimpi-mimpi saia setahap demi setahap.

kalau mimpi saya dalam 10 tahun ingin seperti apa dan melakukan apa dan juga telah menggarisi rencana kerja seperti apa. nah, dalam hal melamar anak gadis orang, saia harus berbuat apa? pertama, saia harus mengenal dulu siapa TUHAN saia, ini penting. dalam hal apapun ini sangat penting saia rasa. mengenal TUHAN, berarti mengenal siapa diri kita. saia coba mendiskusikan denganNYA apakah wanita yang saya target ini benar-benar pantas buat saia. tentunya, mengenal TUHAN bukan seperti mengenal seseorang. kita harus ikhlas dan sabar dalam melakukan pedekate padaNYA. nah, saya masih memperbaiki sikap saia dalam hal ini.hehe.

saia mulai membaca berbagai buku motovasi, buku taaruf, buku pengetahuan umum, dan buku apa saja yang menarik minat saia. saia tidak ingin dicap sebagai orang yang bermulud besar ketika saia mengajukan CV pribadi pada nya sebagai tanda taaruf.hehe. saia harus mempersiapkan segalanya seakurat mungkin.

itulah sedikit cara saia dalam mewujudkan mimpi-mimpi saya. saia ingin menjadi manager investasi, pengusaha, dosen, dan menjadi seorang suami yang baik untuk keluarga. semuanya saia mulai dengan BASMALAH. dan apapun hasil akhirnya, saia akan akhiri dengan HAMDALAH, ISTIGFAR. semunya milik ALLAH, segala yang menjadi miliknya, akan kembali kepadanya. saya hanya bisa berusaha.

mm, itulah hari-hari yang akan saya tempuh. jadi selama 3tahun kedepan, saia akan semakin suebukk! mungkin sekali sebulan menelpon dia, akan terdengar lebih baik daripada mengsms sekali seminggu. waullahualam.

semoga wanita itu membaca tulisan ini, karena saia belum bisa terbuka dalam banyak hal, mulud saia masih kaku ***, kompetensi diri saia belum teruji.

tulisan ini, sebagai penambah semangat saia, dalam mewujudkan mimpi saia.sebenarnya tulisan ini bisa lebih panjang daripada yang ini. namun, hari ini saia ngantuk…………..haha. oiy, tadi saia sms dia lagi. dan mendapatkan 1 balasan saja. cukuplah, untuk bahan bakar semangat saia 5-6jam esok pagi. kebetulan besok UTS. cukuplah…haha.

Terima Kasih TUHAN.

Petuah nenek saia

Sunday, April 13th, 2008

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Ternyata ini adalah malam terakhir nenek kakek ku berada di
Jakarta, sebelum mereka berangkat besok pagi (14/04/08), mereka memberiku duid,
haha, lumayanlah buat jajan tambahan, gak gitu gede tapi cukup berarti buat
anak rantauan seperti saia..hihi.

Begitu duid itu berpindah dari tangannya yang sudah mulai
kusut, nenek ku seperti biasa kembali kepada petuah-petuahnya yang luar biasa
inspiring buat saia. Apa topic kali ini yang coba diangkat? Kali ini mengenai
tindakan ku untuk mulai mencari duid. Saia masih tetap seperti dulu, diam
menyimpang emosi, namun kali ini saia cukup konsisten untuk menahan diri, ada
poin-poin penting yang tidak berkenaan dihati dan alhmdulillah saia bisa
menyembunyikan expresi. Poin-poin yang lain saia sangat setuju, hanya saja
mengenai pekerjaan yang baru saja saya tekuni, saya kurang sependapat. Lebih baik
membuat mereka gembira daripada melawan. Kecuali kalau posisinya saia
berhadapan dengan ayah. Saia bisa aja berdebat panjang. Bukan maksud melawan,
hanya saja meluruskan.

Nenek saia berpesan agar mementingkan kuliah, cepet tamad,
kalau bisa 3 tahun! Bah! Minimal anak ekonomi kelar 3,5 tahun. Saia disuruh 3
tahun. Mau dikemanai hasrat saia yang lain terhadap rencana yang telah
tersusun. Saia tetap memperhatikannya berpetuah, namun kali ini saia
mendengarkannya sungguh. Banyak hal yang tergali dalam diam saia, karena emang
dasarnya gw pendiam, ketika mendengarkan petuah kakek nenek. Intinya, mereka
ingin saia focus kuliah, dapet nilai tinggi, melanjutkan ke s2, s3, kalu perlu
sampe es teller dah.haha. baru setelah selesai, cari duid. atau menggantikan
ayah mengurus bisnis keluarga. Sebenarnya dalam hal ini saia mempunya banyak
komen, tapi saia maklum kan saja. Tidak ada gunanya memotong pembicaraan orang,
apalagi nenek, selagi omongannya positif dilihat dari sudut pandang orang,
bukan sudut pandang pribadi.

Pituah yang kedua berkenaan dengan hasrat remaja, emang sih,
yang menjadi percontohan adalah adek ku tercinta yang sudah pacaran. Hubungannya
mereka secara gamblangnya tidak direstui karena status yang co nya sudah wisuda
namun dalam proses mencari kerja. Sedikit banyaknya ini menyinggung diri saia
pribadi yang mempunyai keinginan untuk melamar seorang wanita cantik itu, tapi
kompetensi saia apa? Kembalikan lagi ke diri saia, lihat lagi kesudut pandang
calon mertua.haha. pasti akan menemukan satu kesimpulan.

Nenek saia juga bercerita hubungan yang terjalin antara
anak-anak ce nenek saia itu dulu. terutama ibu saia yang ternyata jadi kembang kampus.
Namun ibu saia milih ayah saya yang waktu itu lebih pendek dan hitam pula. Nenek
saia bercerita, betapa banyak nada-nada miring mempersoalkan jodoh ibu saia
waktu itu. Namun, benar kata pepatah lama mengatakan, kalau sudah jodoh, gak
bakal kemana. Buktinya, hubungan tanpa pacaran itu cukup langgeng hingga
sekarang. Pun yang terjadi dengan adik-adik ibuku yang ce, semuanya tanpa
proses pacaran, ketemu sekali-sekali, langsung nikah.

Kisah paling lucu adalah mengenai syarat yang diajukan nenek
saia kepada ayah saia waktu ngelamar ibu saia. Busneng, 10 biji klausal yang
harus ditanda tangani dan dipenuhi…hahahaha. Namun sekali lagi, kalau emang
jodoh, insyaALLAH, Tuhan melancarkannya..

Maka dari itu saia mulai mengerti kenapa konsep pacaran
tidak masuk ke logika saia, karena tidak ibu saia dan ayah saia juga tidak
pernah pacaran. Intinya, saia siap melamarnya nanti. (whoa! Siapa ya?)

(mis u, i’ll be back)

Saturday, April 12th, 2008

malam ini kembali berbuah
buahnya begitu manis
namun sayang
pemiliknya sedang hilang

ingin sekali aku petik buahnya
karena aku sudah begitu dahaga
tapi kelihatannya
Tuhan tidak mengijinkannya malam ini

sunyi senyap disekitar pohon itu
aku hanya bisa menatapi buahnya
ingin aku bertemu dengan pemiliknya
namun semakin kutunggu semakin aku haus

mungkin pemilik itu telah ada sebelumnya
kulihat tapak sepatu mungilnya masih membengkas
ada jejak yang berlebih
mondar dan mandir

seandainya aku punya waktu berlebih,
akan aku tunggui pohon itu
untuk menemui pemiliknya
meminta izin akan buahnya

namun tidak,
aku masih punya tujuan
aku mash perlu perbaikan
jadi, mungkin minggu depan aku akan datang

banyak sekali pohon disini
yang dijaga dayang-dayang cantik
buahnya juga segar2
namun tidak pernah sesegar buah yang itu

sayang,
pemiliknya tidak ada
mungkin sedang tidur
atau menunggui pohon yang lain

okelah,
aku harus kembali bekerja
menghidupi diriku
memperbaiki diriku
dan merancang masa depanku

semoga lain waktu aku kembali bertemu
kemudia meminta izinnya
untuk ikut menjaga pohon bersamanya
dan menikmati buahnya.

*>*

mata kuliah gw, pake Politik2an dink

Saturday, April 12th, 2008

&amp;lt;!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:&amp;quot;Cambria Math&amp;quot;;
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:&amp;quot;&amp;quot;;
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–&amp;gt;

Saya lagi terbius dengan konsep dasar politik ekonomi dan
ekonomi politik. Dalangnya apa lagi kalau bukan mata kuliah yang saya ambil. Dosen
saya yang seorang peneliti masalah ilmu social membeberkan pengerti politik itu
apa, dan ekonomi itu apa. Nah hubungan antara keduanya merupakan, menerut saya,
hubungan saling terkait dan membutuhkan. Ekonomi akan jalan jika dibumbui
politik, dan politik bisa berjalan jika dipengahuri factor ekonomi.

Satu pandangan yang terbuka bagi saya, sebelumny saya
menutup mata akan hal ini, adalah ketidak jelasan system ekonomi kita,
setidaknya saya sependapat dengan dosen saya, bahwa tidak jelas apakah kita
ekonomi liberal, kapitalis, atau demokrasi. Kenapa? Masih terjadi kesenjangan social
diatas Negara yang katanya berdemokrasi ini.

Saya melihat banyak hal, terutama ketika saya berada
dijalan-jalan Jakarta, kemisikinan merupakan masalah besar yang mungkin tidak
dianggap besar oleh para biokrat. Saya pun dituntut mengkritisi peran
pemerintah dalam merangsa tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, bukan datetan
angka 6,4 % yang dibangga, yang secara realita tidak menunjukan apa-apa.

Saya jadi paham kenapa konsep maxim bisa mendapat dukungan. Disini
lengahnya pemerintah bisa dimanfaatkan oleh oknum. Seingat saya, sejarah pernah
mencatat betapa PKi sukses meraih angka sensional dengan ideology kominisnya,
target pemilihnya adalah rakyat yang merasa terbuang…

Bagi saya, wajar bila saya mencalonkan diri sebagai orang
tertinggi di suatu wilayah, untuk menggunakan masalah kemiskinan ini sebagai
suatu program kerja, dengan sedikit muluk-muluk, tentunya saya bisa melanggeng
dengan lancar. Namun, saya rasa masyarakat sudah tidak mempan dengan hal itu,
karena betapa cepat janji itu berlalu. Itulah pemahaman kecil saya mengenai
konsep perpolitikan.

Politik secara idealnya merupakan cara untuk mensejahterakan
berbagai kepentingan. Kalaulah pengertian ideal ini berbanding lurus dengan
kenyataannya, mungkin Indonesia tidak lah membahas bagaimana menurunkan
pengangguran, menekan korupsi dan lain sebagainya, namun bagaimana menghabiskan
duid yang bersisa…hahahaha

Dah ah, segitu aja. Belum ngeri betul gw masalah politik,
namun tulisan ini harusnya menjadikan gw semangar untuk hadir dalam kelas “ekonomi
politik”.

Target gw A boz..hhiihi

*>*

 

kwenangan masa dulu, rencana masa depa.

Friday, April 11th, 2008

&amp;lt;!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:&amp;quot;Cambria Math&amp;quot;;
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:&amp;quot;&amp;quot;;
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–&amp;gt;

Tulisan ini hanya sekedar pelampiasan terhadap perasaan suka
terhadap seorang wanita. Tak mempunyai suatu kekuatan, namun memiliki suatu
tujuan yang bertahap. Tulisan ini hanya untuk memberi saya semangat, memberi dorongan,
memberi tolakan terhadap diri  pribadi
secara,insyaALLAH, positive.

Perasaan suka yang saya rasakan adalah alamiah, anugrah
Tuhan yang luar biasa, saya mensyukuri itu semua. Terima Kasih terhadap Tuhan
yang telah menanamkan rasa ini hingga 2,5 tahun lamanya, tidak ada yang berubah
dalam rasa, rindu, duka, keinginan, impian, dan cita-cita, semuanya masih sama,
persis ketika pertama kali dia masuk kekelas itu, manis, dan duduk di barisan
depan kala pemilihian bangku sekolah. Persis berhadapan dengan bangku pak guru,
bu guru.

Wanita yang memberikan banyak inspirasi bagi saya, untuk
berbuat lebih dan terbaik. Bukti nyata saat itu adalah lonjakan prestasi
sekolah, dari yang awalnya hanya 20 besar, hingga menembus rangking 10 besar. Setelah
2,5 tahun masa itu lewat, saya berfikir, menganalisis, kenapa saya bisa saat
itu, dan kenapa saat ini saya jatuh…

Wanita itu tidak ada disini, tidak ada lagi wanita yang
selalu saya hindari tatapan matanya, kenapa? karena kalu saya menatapnya, saya ingin
terus, dan kalu saya dengar suara, saya ingin terus, dan tidak berhenti. Wanita
yang saat itu begitu lucu, wanita tempat saya berpura-pura seakan saya tidak
ada rasa apa-apa. Saat saya berpura-pura cuek di ruangan kelas itu, saya tetap
memperhatikannya, entah dia merasakan apa tidak. Sesekali saya mencuri pandang.
Sesekali saya mencuri pendengaran, mencari suaranya, agar terdengar di telingan
saya. Itu sangat menyenangkan. Hanya saja, saat itu saya takut perasaan suka
ini diketahui oleh rekan-rekan sma, apalagi dia. Malu rasanya. Pun karena saya
yang seorang pendiam. Lengkap rasanya.

Hal itu mendorong saya untuk menarik perhatiannya, dengan
apakah? Saya ingin menunjukan yang lebih dari diri saya. Pernah dalam suatu
diskusi kelompok bahasa inggris, saya ditunjuk untuk mempresentasikan tugas
yang selesai kita rampungkan bersama. Dia satu kelompok dengan saya. Apa yang
saya rasa? Inilah waktunya menarik perhatiannya, saya tampil dan mendapat
pujian dari guru. Saya gak peduli pujiannya, saya hanya ingin dia memperhatikan
saya didepan kelas. Itu saja.

Saya tidak berani mengungkapkan segalanya seperti anak-anak
remaja pada umumnya, rasa itu hanya saya simpan, dalam dihati saya, karena saya
masih meragukan perasaan saya, apa ini perasaan simpati, empati, suka, atau
perasaan sesaat saja? Ketika saya sms, saya tidak mengungkapkan apapun, walapun
terkadang secara sengaja, saya mengungkapkannya dengan kiasan, sehingga hanya
orang yang sadar saja yang akan mengerti maksudnya. Saya tidak pernah tau, apa
dia mengerti apa tidak.

Terkadang masa remaja memang masa yang indah, terutama
dengan asiknya kita berganti pasangan. Namun, bagi saya, tidak terbesit apapu
untuk melihat wanita lain, ketika rasa yang saya belum tau saat itu rasa apa
ini secara spesifik, yang saya tau, saya senang melihatnya bermain, bercanda,
dan ketawa, terkadang melihatnya menangis menahan sakit (yang ini bukan senang,
tapi sedih).

Ada usaha saya untuk mengkuti trend saat itu, pacaran, namun
hasilnya nihil. Saya tidak siap. Saya terlalu berkeringat dingin hingga
berliter-liter, untuk bilang, “aku suka sam kamu”.  Saya tidak siap, dan saya tidak tau alasan
kenapa saya tidak siap. Sekarang setelah hampir 2,5 tahun masa itu berlalu. Saya
sadar, bahwa Tuhan menginginkan yang terbaik pada saya dan mungkin dia untuk
kedepannya. Mungkin saja, kalu saya berani, terlepas itu diterima atau tidak,
saya akan terlela dengan keadaan.

Saya paham, bahwa Tuhan itu adil, Tuhan telah menyiapkan
yang terbaik buat hambanya, dan sekarang saya hanya membantu mempercepat
pilihan itu dating.

Hidup jauh dari wanita itu hingga 2,5 tahun benar menyiksa. Tidak
ada orang tempat saya menunjukkan prestasi saya. Saya jatuh. Untuk setahun
setalah masa sma itu, saya benar2 jatuh.

Alhmdulillah, saya bangkit lagi, saya mencoba hapus
segalanya tentang dia, tapi apa? Nihil. Saya masih tetap jatuh setelah bangkit,
bangkit dan jatuh lagi. Nihil. Semunya nihil. Ingin saya ungkapkan perasaaan
saya ini lagi, setelah sebelumnya hanya secara tersirat, tapi saya bingung. Setelah
saya ungkapkan, so what? Selanjutnya apa. Kalu diterima. Apakah saya bisa
menciumnya? Apakah saya bisa memegang tangannya? Atau sekedar meraba rambut? Apakah
saya berhak? TIDAK. Kalu saya ditolak, saya akan sakit, dan saya tidak siap
untuk itu. Biarlah orang lain bilang saya, pengecut, daripada saya harus
merasakan indahnya ditolak. Terlalu egois emang. Namun, jawabannya hanya ada 2,
iya dan tidak, saya milih diam. Saya memilih menggunakan perasaan suka saya,
sebagai bahan bakar kehidupan saya. Itu saja. Karena kalupun jawabannya ia,
pertanyaan ini bukan lah untuk meminang wanita.

Kisah ini begitu nikmat bagi saya. Saya suka, dan saya jauh.
Bukan jauh, tapi jauh dulu mempersiapkan semuanya, kompetensi pada diri
sendiri. Untuk tujuan yang kali ini saya siap akan arti kata “ya” dan “tidak”,
bahwa saya akan meminangnya…terlepas dia tahu apa tidak, tidak penting bagi
saya, terlepas hasilnya bagaimana, saya tidak peduli, yang saya pedulikan
adalah siap apa tidak saya menemuinya, saya siap apa tidak dengan hasil dari 2
kata ajaib tadi, ya apa tidak.

Yang saya lakukan adalah ibarat bensin pada mobil, begitu
perasaan ini dalam tubuh saya, dan selagi bensi itu masih di dalam badannya,
saya akan terus melaju kencang, hingga sampai pada tujuan saya. Buat apa saya
membuang bensin ini, hanya untuk mencapai tempat persinggahan yang sifatnya
sementara, saya ingin sampai dirumah.

Wanita itu bernama **** ******. Nama yang bagus.

Tulisan in hanya akan dimengerti oleh seseorang yang
mengerti, kenapa Tuhan itu maha adil, dan Tuhan itu sedang mempersiapkan
bagaimana hal terbaik ini segera sampai pada hambanya, tinggal bagaimana kita
membantu Tuhan mensegerakannya. Dan disitulah posisi saya sekarang.

Semoga mengerti.

Hehe.