Ini cerita saya pada hari rabu, tanggal 8 mei 2008, saya belajar banyak hal dari sini. saya menjadi lebih semngat terhadap tujuan saya. namun, saya masih kangen sama wanita yang bentar lagi mau tamad itu. semoga tidak ada harimau lain yang menerkam, kecuali saya seorang manusia yang memeluknya…(hoho, amin) hari ini dimulai dari taxi, orang tua, bisnis, wanita dan rencana.
Taxi
<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
{mso-style-type:export-only;
margin-bottom:10.0pt;
line-height:115%;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>
Kamis pagi mau ke subuh. Tepetnya pukul 3.50 pagi weibe. Taxi
saya berhenti juga di depan rumah. Cukup deg-deg an juga ketika orang rumah
merasuki pikiran saya hingga menjadi negatip. Emang sih, saya lupa mencatat no
supir taxi nya. Namun, saya yakin pasti dia datang. Bagaimana tidak, saya
janjiin Rp. 150.000 untuk mengantarkan saya ke Bandara International
Soekarno-Hatta. (haha, biar keren, internationalnya di tulis jugak!). orang
mana yang mau menolak duid segitu dalam waktu 1 jam 10 menit perjalanan? Orang rumah
saya, yang terdiri dan om dan tante, selalu mencemaskan, bagaimana kalau tidak
datang, bagaimana kalau begini, begitu..bagaimana? aduuw, belum juga berangkat,
jam 10 malam kala itu, saya menjadi stressy juga.
Satu hal, saya percaya ketika hati saya seolah berkata,
Pasti Datang! Tenang saja Pak!
Jam 12.15 telpon genggam saya berdering, (tumben…), ternyata
dari supir taxi itu. Wah, bener kan? Akhirnya saya tidur mpe jam 3.30! cuman 2
lebih dikit mata ini terpejam… tak apalah…. Saya haru pulang.
Pagi buta dijalan juga membuat supir taxi sedikit cemas. Jalan
tol ke bandara ditutup! Bah, sementara cek in itu harus jam 5 pagi! Waktu tersisa
20 menit lagi. Hoho, saya sih walaupun di bilang sama supir taxi nya kalau kita
bakalan muter-muter dulu, artinya tambah jauh gitu. Namun saya tenang-tenang
saja, hati saya lagi-lagi ngomong, “tenang pak! insyaALLAH” (kali ini tumben
hati saya ngomong ke agama-agamaan, hehe)
Bener saja! 5,10 pagi saya sampai di bandara, dan cek in. inilah
hebatnya kata2 BASMALLAH, dan di akhiri dengan HAMDALLAH, ISTIGFAR.
Oiy, selama di perjalanan, supir taxi saya ini ternyata
orang yang cukup berada sebelum tahun 1998. Usahanya sebagai penyedia tenaga
kerja buat kontraktor, cukup sukses, bahkan mampu membeli mobil sendiri. Pak
Anton namanya. Punya 1 anak ce masih berseragam SMK. Berasal dari kota SOLO.
Merantau ke Jakarta awal 1990. 3 hari di Jakarta, langsung
dapat kerja di sebuah perusahaan yang saya lupa namanya. Yang jelas perusahaan
itu mempunyai strategi direct selling. Kerja pertamanya itu sebagai salesman. Nahm
setelah itu dia naik jabatan. Saya lupa lagi, posisinya. Mencari keberuntungan
lain, dia mandiri. Sebagai penyedia tenaga kerja bagi kontraktor ini. Saya lagi-lagi
lupa istilahnya apa. (maklum, saia dah tuwir). Bisa dibilang cukup sukses.
Namun, tahun 1998 telah melenyapkan hampir semunya harta
miliknya hanya dalam waktu 1 minggu. Dia bilang, sebelum tahun 1998, asset
bisnisnya itu mencapai 98juta. Jumlah yang luar biasa waktu itu. Dengan kusr
dollar rendah. Tahun 1998, telah menghilangkan semuanya. Alhamdullilah, dia
orang paling tegar yang pernah saya lihat. Dia tidak malu ketika menjadi supir
taxi. Sementara temen-temen seangkatannya yang lain, masih stressy, istilahnya
ada juga yang gila! Dia trauma memulai bisnis lamanya, dan kini dia bahagia
menjadi supir taxi. Dia menerima keadaan. Pasrah saja pada yang diatas. Semua orang
punya rezekinya masing-masing. Itu hal yang saya dapatkan pagi buta itu. Tuhan
memang adil. Tuhan tidak akan member cobaan di luar kadar yang kemampuan
hambanya.
Saya tidak bisa menulis seelok novel best seller, atau
seperti penulis cerpen lainnya. Namun, saya ingin membuat satu cerita. Mengenai
diri saya…( narcisnya) walaupun saya tidak punya banyak temen, dikit
pengalaman, namun setiap kegagalan yang saya rasakan, setiap kenikmatan yang
diberikan, setiap kata rindu buat wanita yang suka ucapkan, setiap cobaan yang
saya rasakan. Saya selalu, insyaALLAH, meyakini, ada mutiara setelah itu. Itu hal yang paling berkualitas yang diberikan
Tuhan.
Bisnis
Saya sampai juga di Bandara Sutan Syarip Kasim II di
Pekanbaru, kota tercinta. Saya di jemput ayah, dan temennya.
Hal yang membuat saya ingin menulis disini adalah mengenai
rencana ayah saya. Dia berencana membuat perusahaan yang bergerak di bidang
perkebunan. Ayah saya beserta 5 orang temennya telah merumuskan bagaimana
gambaran perusahaan ini nantinya. 4500 Ha lahan sawit akan di olah di negri
riau! Saya lupa nama daerah kecilnya. Namun, kata ayah saya, lahan segitu
luasnya telah ada. Ayah saya bahkan telah mengkonfirmasi ke Jakarta perihal
lahan seluas itu. Dan memang ada!
Kemudian, nama perusahaannya, saya cukup terbang ketika ayah
bilang, nama perusaannya itu memasukkan nama saya didalamnya. Ha!? Benarkah? Atau
bercanda? Katanya nama sudah di konsep. PT. AGUNG PUTRA PRATAMA. Busnet,
benarkah? Nama saya ada didalamnya? Saya tahu, agung itu artinya besar!
(orangnya juga ndut) jadi saya mengerti visi perusahaan ini nantinya.hehe.
Tiba-tiba ketika kita sedang antri di Bank Mandiri
pekanbaru, saya saya bilang, nanti di foto kopi KTP agung. “Buat apa?” ayah
saya bilang begini, “ nanti agung dimasukkan dulu jadi anggota direksi”
Bah! Anggota direksi. Keren juga! Hehe. Mungkin belum
menjabat apapun, soalnya gw musti kuliah kan… cuman, hal ini membuat gw semakin
semngat untuk serius di manajemen, dan membaca buku manajemen lainnya. Mana tahu
nantinya, saya bisa diangkat jadi Direktur Utama. Ya kan?? Oiy, kalu pun iya,
saya punya visi misi buat mengarahkan perusahaan ini. Tapi tak usah saya
jabarkan, karena emang belum mampu saya tulis. Hehe.Visi dan Misi nya saya
ambil dari visi misi Perusahaan saya
nantinya (amienn..), MIZDEAN INTERNATIONAL CORPORATION. Gak papalah bekerja di
Perusahaan orang tua dulu, sebelum bermandiri. Setidaknya saya bisa mengerti
dulu, how to build and manage a company? Dan segala urusan admisnistrasi
lainny.
Cukup bikin dada ini sesak. Ketika ayah saya bilang. Untuk pengurusan
izin, akan meminta duid hingga 11 milyar! Itu dari segi perizinan, belum lagi
dari segi produksi. Kita akan mulai dari bibit paling kecil, terus pembersihan
lahan. Sehingga diprediksi akan panen itu sekitar 4-5 tahun kedepan. Dan itu
akan lebih dari puluhan M, M, dan M. “Apa?! Selama itu? Dan Duid dari mana
ayah??” sementara ayah bilang, dia akan jadi investor mayoritas. Bah, kalaupun
duid Penjualan Pelepasan SPBU tembus. Itupun cuman sampe 3 M bersih. Lah ini? Dari
mana? ayah saya dengan enteng menjawab. Dari lahan itu sendiri. Ayah saya berniat
untuk meminjam ke bank dengan jaminan tanah tempat produksi itu sendiri. Walah2x.
gak habis piker saya. orang hokum emang tau tentang hokum dan
perundang-udangan. Namun, strategi ayah
saya ini membuat saya ingin belajar lagi.
Ternyata, ketika sampai di rumah, saya dapetin buku2 tentang
Perusahaan Terbatas, dan Cara meminjam di bank! Haha. Emang, ayah saya selalu
menerapkannya. Beda sama saya. tapi saya akan terus belajar. Kalau bisa,
perusahaan saya nanti akan bermitra dengan perusahaan ayah. Ohh, betapa
indahnya kalau kita punya TUJUAN.
Wanita.
Ingat, cerita pertama saya diatas? Hati saya bilang, “Pak,
kejar dulu cita-cita mu, insyaALLAH, tuhan itu mengerti hambanya koq, Tuhan itu
menuruti prasangka hambanya!” bener juga. Namun tetep aja, saya tak bisa
menghilangkan rasa kangen saya tadi malam. Walau hanya sejenak. (imissu). Cukup
beruntung, saya bisa cepat tidur. Hehe.
Wanita itu (seperti sms dari saia) merupaakan penyemangat
bagi saya. walaupun kita jarang berhubungan lagi. Tidak ada status di antara
kita, kecuali, menurut sms nya, sbagai Sahabat. Btw, masih ada peluang kan buat
melamarnya tar? ( I hope so, :D)
Saya kemaren lihat fotonya dari sumber terpercaya. Semakin manis
saja.. (ohhh…)
Rencana
saya ingin menikah di usia 22-23 tahun. Btw adakah yang mau
menjadi pasangan hidup saia?? Bête nieh, sendirian mulu. Kemana-mana sendiri. Makan,
makan sendiri, minum, minum sendiri. Pokoknys semuanya masih sendiri. Hahahahaha.
Bête juga kadang-kadang. SIapakan wanita itu nantinya ya? Wanita yang bentar
lagi mau lulus itukah? Atawa yang lain? namun, saya berharap yang mau llulus
itu. Karena, hingga detik ini, belum ada wanita cantik yang mampu merubah
perasaan saya. entah, saya bingung dan tak tau kenapa…. (miss u)
Di usia 21-22 saya akan membangun 2 spbu. Dan juga mungkin
mulai membeli sawit 40-200Ha yang siap panen. Tentunya, saya harus sukses dulu
di bursa berjangka. Hati saya ngomong gini, “kamu pasti bisa, insyaALLAH”
(tumbenan pake bawa2 agama ya,hehe, thx GOD)
Nah, setelah itu, saya mantap melamar wanita itu! Di indo
setahun, kemudiaan sekolah bisnis lagi ke London. Bikin relasi yang bagus
disana. Buku cabang lagi buat MIZDEAN INTERNATIONAL CORPORATION nya, karena ini perusahaan
investasi, yang akan membuka cabang di tempat yang dirasa cukup potensial.hoho.
Selagi orang tua masih bisa sebagai guru yang sarat
pengalaman. Saya harus bisa memanfaatkan.
Saya mau bilang, betapa indahnya hidup, ketika anda
mempunyai suatu tujuan. Jangan mau mengikuti arus air. Karena itu hanya akan
mebuat kita menjadi orang kebanyakan.
Saya tidak malu kalu seandainya dari banyaknya rencana saya,
tidak ada yang terwujud. Kenapa? Setiap cerita berakhir, aka nada cerita baru. Kata
temen ayah saya, setiap orang punya rejekinnya masing2. Cobalah berbagai cara,
dan kita akan tahu, dimana jalan rezeki itu berada. Tapi, kalu ngmongin lamaran
yang mau saya tujukan pada wanita yang saya sukai. Moga-moga sesuai rencanalah.
Bête juga nieh, kalu tidur musti sendiriaa..lagi dan lagi. Hehe
Salah satu prinsip saya, mulai dengan BASMALLAH, akhiri
dengan HAMDALLAH, dan ISTIGFAR. Semua ini milikNYA, mintalah padaNYA,
senangilah DIA.
Cukup sekian. Tar di sambung lagi.
(tulisan
ini adalah catatan harian gw yang akan selalu mencatat hal-hal yang dirasa luar
biasa, tentunya sebagai penambah semangat gw dalam meraih impian gw, pemacu
semangat ketika kurang termotivasi, ketika ragu pada visi dan misi, dan ketika
rindu pada wanita yang dicintai, serta disaat saya merasa sepi)