ibukku, calon sarjana ekonomi juga.

hari ini aku menerima sms dari ibuku, kalu aku diminta untuk mencarikannya jawaban dari tugas dosen yang diberikan padanya.Setelah aku konfirmasi, tugas itu tidak terlalu sulid, hanya minta dibuatkan pengertian dari politik, ekonomi, dan psikologi sosial.

kalau hanya itu mah saya ada catatan dosennya, cuman psikologi sosial yang gak ada. deadline waktu yang diberikan itu tar malam jam 8, dan di fax ke SPBU ayahku di payakumbuh. setelah nulis disini. saya akan browsing, insyaALLAH.

yap, ibukku kuliah lagi di jurusan ekonomi, melanjutkan d3 nya pada jurusan yang sama. Serupa denganku yang merupakan mahasiswa s1 mahasiswa ekonomi, bedanya aku ke bidang manajemen sementara ibukku ke bidang ilmu ekonomi.

diperkirakan 2 tahun lagi ibuku tamad jadi sarjana ekonomi, dan aku jika mampu menyelesaikan tepat waktu, paling cepat 2,5 tahun lagi tamad. wah, bakal ada acara wisuda yang hampir berdekatan kalau begitu. AMIN.

Semakin dekatlah impianku bahwa dikeluargaku mempunyai pendidikan minimal s1. ayahku sudah menempuh s2 profesi kenotariatan dari UGM. Ibukku, insyaALLAH, s1 bidang ekonomi UNRI.

Adekku-melati- insyaALLAH tahun ini aku memulai lagi pendidikan sarjananya ke s1 bidang hukum di UNAND setelah jurusannya yang lama tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan, dan diproyeksikan juga akan menempuh s2 kenotariatan untuk menggantikan jabatan ayahku.

Dan aku adalah calon sarjana s1 bidang manajemen UNIVERSITAS TRISAKTI, juga berniat untuk terus hingga menempuh s2 bidang bisnis (MBA) dari kampus luar negri, diproyeksikan untuk mengurusi bisnis keluarga, tentunya juga bisnis pribadiku sendiri. hehe

sementara adekku yang paling kecil sekarang masih di kelas 2 sma. rencananya dia akan melanjutkan s1 di bidang ARSITEKTUR di UI atau NUS (national university of singapore). semoga saja terpenuhi. amin. namun hal ini masih bisa berubah, karena kegemaran adekku yang bungsu ini juga meliputi bidang design grafis. aku sih mengharapkan dia jadi dokter. ayahku mengharapkannya jadi ahli teknologi nuklir. ibukku dan melati, terserah nanda saja.

ada keunikan dari keluarga kami, walaupun ada bidang yang sama yang ditempuh antara ayah-ibuk kami, namun kita tidak pernah kuliah pada universitas yang sama. hehe. koq bisa ya……..

ada kecendrungan di keluarga kami mengenai kewajiban kuliah hingga minimal s1. kenapa? pada dunia kampus inilah yang akan melatih pola pikir kita.

yahh, hidup harus punya batasan, harus punya tujuan, ibarat main bola, gawang adalah tujuan kita, dan garis pinggir lapangan adalah batasannya. sehingga hidup yang kita jalani tidak keluar dari jalur yang seharusnya. ketika bergaul, kita tau batasannya, sehingga orang akan mengenal kita sebagai diri kita sebagai sesuatu yang berbeda namun tidak membeda-bedakan.

Leave a Reply